Rabu, 18 Januari 2017

B-PRO 5 alpha edition
PENTING!!! TANYAKAN KETERSEDIAAN BARANG TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBELI
Dijual kamera action bekas, cocok untuk kamu para petualang atau yang suka olahraga ekstrim


Jual Bpro 5 AE Mark II dengan kondisi :

1. Normal, Wifi Lancar, Foto Mantap, Video Ok

2. Fullset dusbook, aksesoris bawaan, charger

3. Bonus Memory Sandisk 8Gb Class 10 + Monopod

Spesifikasi Singkat :

Image Sensor 16 MP Sony Exmor-R

4K Video Format

Layar 2inch

Baterai 1000mAH

harga Rp 1.200.000
minat hubungi WhatsApp: 08974106070
ISAW WING
PENTING!!! TANYAKAN KETERSEDIAAN BARANG TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBELI
Dijual kamera action bekas, cocok untuk kamu para petualang atau yang suka olahraga ekstrim





dengan kondisi :

- Asli seperti baru dan bau toko (pembelian 21 Agustus 2016)

- Aksesoris lengkap bawaannya

- Fungsi lancar tanpa kendala, Connect Wifi OK No Lag

- Masih ada garansi resmi 2 tahun sampai 21 Agustus 2018

- Bonus Monopod Attlanta SMP – 07

harga Rp 1.300.000

minat hubungi WhatsApp: 08974106070

Rabu, 04 Januari 2017

Apa Itu WPAP dan Sejarah Singkat



Apa+itu+WPAP
WPAP merupakan singkatan dari Wedha's Pop Art Potrait adalah gaya seni pop art yang dipopulerkan oleh Wedha Abdul Rasyid yang sekaligus pembuat aliran ini. WPAP dahulu bernama FMB ( Foto Marak Berkotak ). Secara teknik, WPAP mempunyai ciri khas tertentu dalam penggambaran objek, dimana dalam WPAP anda akan menemukan bidang berkotak-kotak dan penuh dengan warna-warni antar bidang tanpa menghilangkan karakter objek atau model yang digambar. Dalam WPAP anda pasti tidak akan menemukan bidang-bidang lengkung sebab itulah WPAP mempunyai ciri khas tertentu yang membuat WPAP mempunyai keunikan tersendiri dalam segi teknik pembuatan.

Sejarah Singkat WPAP

apa-itu-wpap-dan-sejarahnya
Dimulai sekitar tahun 1990-1991 berawal dari kegelisahan menggambar sosok manusia yang realis karena seiring bertambahnya usia. Menurut Wedha, gambar sosok manusia realis mempunyai tingkat kesulitan paling tinggi di tambah dengan faktor memilih, mencampur warna menjadi hal yang menyulitkan. Kemiripan warna kulit manusia, kehalusan goresan, menjadi sesuatu yang mahal bagi Wedha. 

Dari kegelisahaan itulah, Wedha mulai memikirkan cara melukis sosok manusia dengan cara yang lebih mudah dengan mengutak atik titik, garis dan bidang. Berawal dari situ mulailah Wedha membayangkan gambar sosok manusia sebagai kumpulan bidang-bidang datar yang dibentuk oleh garis-garis imajiner.
Sebelum menemukan cara membuat seperti sekarang ini dimana teknologi sangat membantu mempermudah dalam pembuatan WPAP Wedha harus melalui proses yang begitu panjang dari membuat WPAP dengan manual sampai ke digital pada era sekarang ini.

Berikut ini adalah proses WPAP yang dilalui pak Wedha Abdul Rasyid Dari Masa Ke masa

sejarah+WPAP
sejarah+wpap+2
sejarah+WPAP+3












sejarah-wpap-4

Demikianlah sedikit tentang apa itu wpap dan sejarah singkat wpap yang dirujuk dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat.

Sumber Apa Itu WPAP dan Sejarah Singkat - Fredtezar
source: http://www.fredtezar.com/2013/07/apa-itu-wpap-dan-sejarah-singkat.html?showComment=1483537385595#c5110053978698468005

3 HAL DASAR YANG HARUS DIKETAHUI DALAM DESAIN GRAFIS

Halo, sobat Creative! Akhirnya, gue bisa nyuri waktu buat posting sedikit soal desain grafis. Soalnya dari dulu sampe kemarin, banyak banget pengunjung yang minta postingan gue yang berjudul "Cara ini Bisa Mempermudah Kalian Belajar Desain Grafis" dilanjutin sampe ke tahap-tahap berikutnya. So, this is it! Gue coba bawain pelan-pelan dari hal-hal yang paling dasar.

Oke, anggep aja kalian udah lewatin tahap awal yang sempet gue bahas di postingan gue waktu itu. Sekarang, kalian udah punya niat yang kuat buat belajar desain, kalian juga udah berani ngoprek-ngoprek bermacam software buat desain sendirian tanpa perlu baca buku-buku tutorial. Otomatis kalian bakalan nemu minimal satu software yang melekat di hati. Nah, perdalam deh pengetahuan kalian tentang software yang satu itu.


Tips dari gue, kalo kalian bingung sama kegunaan suatu tools, coba bikin aja bangun datar, garis yang dibikin pake line tool, dan garis berantakan yang digambar pake pencil tool. Terus klik tools yang kalian nggak ngerti itu dan jajalin ke setiap objek yang udah kalian buat barusan. Pasti bakal ada efek yang terlihat dan bisa kalian simpulkan sendiri kegunaannya. Nah, makanya gue bilang, jadi desainer grafis itu nggak dituntut jago bahasa Inggris kok. Pake gaya purba begitu juga efektif. Learning by doing something. Hehehe...

Alright, untuk mempersingkat waktu, langsung aja gue bahas ke 3 hal dasar yang harus diketahui dalam desain grafis. Sebenernya ketiganya amat sangat sederhana, tapi susah banget buat ngepasinnya sama maksud dan tujuan yang kita mau. Gue bakal coba bahasa satu per satu dengan sederhana.

Karakteristik Bentuk
Bagi gue pribadi, yang namanya bentuk adalah unsur paling penting dalam segala bidang yang berhubungan sama seni rupa. Mau gambar manual atau gambar digital, ngga terlepas dari yang namanya bentuk. Dunia ini aja tercipta dari gabungan bentuk-bentuk yang lebih sederhana kalo kita kupas secara mendetail. Dengan bentuk, kita bisa mencerna informasi secara visual dari sebuah objek. Dari mana kita tau ada orang idungnya mancung kalo bukan karena kita liat bentuk idungnya yang agak lancip dan memanjang ke depan. Dari mana kita tau orang rambutnya bergelombang kalo bukan karena bentuk garis rambutnya yang berbentuk seperti gelombang.

Bentuk tercipta dari perpaduan garis yang saling bertemu di suatu titik. Nah, makanya bentuk baku yang udah kita tau ada banyak macemnya, mulai dari yang sederhana seperti bangun datar, atau juga yang agak rumit seperti bangun ruang. Di dalem matematika, kita udah belajar macem-macem bentuk dan karakteristiknya. Dan kita juga tau, suatu bentuk yang terlihat rumit sebenarnya merupakan penggabungan dari beberapa bentuk yang sederhana.

Bentuk bangun datar persegi, dan beberapa bentuk yang bisa diciptakan
dari persegi tersebut

Nah, kayak contoh di atas nih. Gue bikin yang sederhana aja yak. Contohnya persegi, di mana semua sisinya punya panjang yang sama. Kalo kita pake tool yang ada di dalem software desain, kita bisa ngebikin bentuk apa pun memakai bentuk dasar persegi itu. Contohnya ada di atas itu. Semua bentuk yang ada di sana dibuat pake persegi biru itu.

Bukan cuma persegi yak, semua bentuk bisa dimodifikasi sesuka hati loh. Misalnya lingkaran bisa kita buat jadi kayak bola penyet. Kalo kita udah paham betul sama karakteristik masing-masing bentuk dan tau batas modifikasinya, ngebikin sebuah objek itu bakalan terasa gampang. Misalnya gue kasih contoh lagi deh, objek sederhana yang gue bikin pake penggabungan beberapa bangun datar di bawah ini.

Bangun datar segitiga dan lingkaran sudah bisa dipadukan memberi bentuk
es krim warna-warni. Perdetail dengan gradasi dan tekstur pada permukaannya.

Tuh kan! Nggak perlu ribet, beneran deh. Intinya sih kalo liat suatu objek, jangan liat rumitnya, tapi sederhanakanlah tampilan itu. Bahkan gelombang di laut aja bentuknya itu bisa kita buat dengan ngegabungin sisi luar dua buah lingkaran loh. Yang lebih expert lagi soal penggabungan berbagai bentuk bisa kalian liat di postingan gue sebelumnya yak.

Pemilihan Warna
Langsung aja yak gue bahas hal dasar tapi penting yang kedua di dalam desain grafis, yaitu pemilihan warna. Oke, mungkin kesannya sepele banget, tapi sejujurnya yang namanya warna itu punya fungsi yang bener-bener hebat. Di dalam dunia psikologi, warna bisa mewakili kepribadian seseorang. Dan dalam berbagai jenis desain, warna bisa memberikan emosi yang kemudian tersampaikan ke otak siapa pun yang melihatnya.

Pernah liat warna ijo yang asalnya dari pohon-pohon yang terhampar luas di pegunungan? Gimana perasaan kalian pas ngeliatnya? Pasti berasa damai dan nyaman kan? Itu adalah emosi yang terpancar dari warna hijau. Gue pernah baca beberapa artikel yang bahas soal warna dan arti-artinya. Tapi, gue coba bikin kesimpulan sendiri yang tentunya berdasar dari pengalaman dan pemahaman gue tentang warna itu sendiri.

Ini cuma lima belas dari milyaran warna yang ada di dunia ini. Kalau butuh yang
lebih banyak lagi, kalian bisa cek di Wikipedia.

  1. Warna-warna konservatif seperti hitam, cokelat, abu-abu, broken white, champagne, dan lain-lainnya yang sejenis. Biasanya warna yang termasuk dalem kategori konservatif itu butek-butek alias terkesan seperti kotor. Padahal sebetulnya nggak. Perpaduan warna konservatif artinya cenderung monoton. Misalnya, kalo dalam desain didominasi warna cokelat dan putih, bisa dibilang itu konservatif. Kesan apa yang bisa kita dapet dari warna-warna konservatif? Nah, ini sekedar trivia sih, gue pernah baca di artikel mana gitu kalo warna konservatif cenderung menggambarkan pribadi yang serius, monoton, kaku, tapi juga berwibawa dan elegan. Nah, makanya warna konservatif banyak dipakai di daem desain logo perusahaan. Karena kesan elegan dan wibawa dari brand yang mereka punya terpancar berkat warna konservatif itu.

  2. Warna-warna terang yang mencolok menggambarkan keceriaan. Kalo ada desain yang colorful dengan paduan warna terang yang mencolok, itu menggambarkan kebahagiaan, kebebasan, semangat, percaya diri, playful, dan eksentrik. Beberapa brand pakai logo dengan warna-warna yang colorful untuk ngegambarin semangat atau pun passion yang dibawa sama brand tersebut. Warna-warna colorful yang kita liat tanpa sadar juga bisa menularkan rasa semangat di dalem diri kita. Nah, makanya kebanyakan industri kreatif itu kalo bikin logo pake warna-warni yang colorful melambangkan kepercayaan diri mereka terhadap kreatifitas yang mereka punya.

  3. Warna-warna pastel yang kalem bisa menyejukkan hati siapa pun yang melihatnya. Bisa banyak arti sih, tapi kalo untuk gue pribadi, warna pastel menciptakan perasaan tenang, kalem, sabar, tapi juga nggak berarti males-malesan and angin-anginan. Warna pastel juga terkesan feminim, makanya nggak heran kebanyak warna pastel dipake untuk ngebikin logo brand-brand yang berhubungan sama produk-produk khusus cewek.

Sebetulnya, setiap satu warna aja punya arti khusus dan emosi yang hendak disampaikannya loh. Tapi, kan nggak mungkin gue bahas semuanya satu-satu. Nanti jadinya bakalan panjang banget. Kesimpulan tentang warna ini sih sebetulnya nggak ribet. Pahamilah feel atau emosi yang dipancarkan oleh suatu warna. Misalnya, dalem desain blog, jangan deh pake warna-warna konservatif untuk blog pribadi. Soalnya blog pribadi punya kesan cheerful, penggunaan warna terang bisa lebih mendukung konten yang disampaikan. Begitu juga sebaliknya. Kalo desain blog untuk perusahaan high class, terlalu full color malah memberikan kesan buruk. Nanti dikiranya brand asal-asalan lagi sama orang-orang upper-class itu.

Pengaturan Komposisi
Last for today, unsur yang perlu kita pahamin setelah kita kuasain karakteristik bentuk dan warna. Yak, komposisi! Terkesan sepele, tapi ini juga penting. Perlu diinget kalo nggak semua desain yang disajikan di permukaan datar dua dimensi  itu bagus kalo disajikan secara simetris, terkadang asimetris malah memberi kesan yang lebih indah. Contoh desain simetris yang indah itu bisa dilihat pada desain Gunungan wayang kulit di bawah ini.

Bisa dilihat di samping kalo ternyata desain simetris pada Gunungan memberikan kesan yang indah dan bernilai seni tinggi. Inti dari simetris adalah keseimbangan antara sisi yang satu dengan sisi lainnya yang terpisah oleh satu garis tengah yang lurus.

Tapi, seni desain grafis yang udah modern justru banyak yang menampilkan desain-desain asimetris. Gimana sih caranya bikin desain asimetris yang terkesan indah dan nggak berat sebelah? Gue punya tips sederhana yang biasa gue lakuin pas lagi iseng ngedesain poster. Yaitu, kalo pada salah satu sisi penuh dengan gambar, coba seimbangkan bagian lainnya dengan warna-warna yang terang atau bisa juga diisi dengan tulisan yang nggak kalah nyentriknya.

Intinya sih, pengaturan komposisi ini bener-bener jadi faktor penentu apakah suatu desain itu bakalan terlihat bagus atau nggak. Lebih kental lagi terasa di dunia fotografi. Dan cara yang efektif dalam menentukan komposisi ini, hampir nggak bisa dijelaskan secara teori. Cukup banyak berlatih aja, lama-kelamaan insting kita dalam menentukan komposisi yang tepat juga makin terasah. Makanya, keep on practice, jangan pernah nyerah, and jangan ngerasa takut ngoprek-ngoprek software-nya.

Sampe sini dulu update gue soal desain grafis hari ini. Semoga bisa bermanfaat, soalnya gue juga sekalipun udah lumayan lama terjun di dunia desain grafis, gue masih tetep belajar dan belajar biar semakin baik lagi ke depannya. Kalo ada waktu, bakal gue lanjutin lagi deh dengan bahasan yang lebih menarik. Salam, Creative!
source: https://glen-tripollo.blogspot.co.id/2013/01/3-hal-dasar-dalam-desain-grafis.html?showComment=1483535768516#c4741048744192860088

10 Pengetahuan Dasar Fotografi Yang Perlu Anda Pelajari


Fotografi bukan hanya soal bagaimana cara menekan tombol shutter. Fotografi juga tergolong seni yang rumit. Ia bukan hanya sekedar hoby melainkan rasa dan inovasi karya yang selalu berkembang.

Anda membeli sebuah kamera DLSR yang harganya jauh lebih mahal dari kamera saku hanya untuk sekedar jepret sana sini tapi tak mau mengembangkan keahlian, saya pikir hal itu hanyalah pemborosan isi kantong saja. Jika untuk sekedar berfoto ria lebih baik menggunakan kamera ponsel atau kamera saku. Tapi saya yakin kalau Anda berada di blog ini karena ingin mengetahui lebih lanjut tentang fotografi.

Belajar fotografi sebaiknya step by step. Jangan terlalu cepat melangkah ke tahap yang sulit jika tak tahu dasarnya dimulai dari mana. Karena itu hanya akan membuat Anda bertanya-tanya, bingung, dan akhirnya Anda akan kembali lagi ke tahap awal.

Di blog ini saya telah menulis beberapa tutorial dasar fotografi yang sangat penting untuk dipelajari oleh para pemula. Dan saya yakin para ahli lainnya juga akan merekomendaasikan ilmu yang sama. Berikut beberapa pengetahuan dasar fotografi yang perlu Anda pelajari:

1. Mengenal Kamera


Rekomendasi pertama adalah mengenal bagian-bagian penting kamera dan juga fitur serta kemampuan kamera Anda. Sebagai fotografer sudah seharusnya Anda menyatu dengan kamera Anda. Kenali dan pelajari fungsi dari tiap-tiap tombol yang tersebar di kamera Anda. Silahkan baca di sini untuk gambaran umum dari bagian-bagian kamera beserta fungsinya.

2. Cara Menekan Tombol Shutter


Tombol shutter adalah tombol yang Anda tekan untuk mengambil gambar (memotret). Cara menekan tombol shutter pada kamera DSLR berbeda dengan cara menekan tombol shutter pada kamera ponsel, saku (pocket) atau sekelasnya. Silahkan baca di sini untuk mengetahui cara yang benar menekan tombol shutter.

3. Mengenal Eksposur (Exposure)


Eksposur merupakan nyawa dari fotografi. Jadi, sangat direkomendasikan untuk Anda mengetahui dan menguasai apa saja yang berhubungan dengan eksposur ini. Baca di sini untuk mengenal apa itu eksposur.

4. Mengenal Segitiga Eksposur (Exposure Triangle)


Eksposur dibentuk oleh 3 elemen / pengaturan yang disebut segitiga eksposur. Silahkan baca di sini untuk mengenal lebih jauh tentang segitiga eksposur. Sedangkan 3 elemen tersebut adalah:
  1. Shutter speed (baca tutorialnya di sini)
  2. Aperture / difragma (baca tutorialnya di sini)
  3. ISO (baca tutorialnya di sini)
Setelah menguasai eksposur dan segitiga eksposur Anda bisa melakukan percobaan / praktek dengan menggunakan simulator kamera di sini.

5. Tentang Lensa


Kamera terbagi dua yaitu body dan lensa yang dihubungkan ke body kamera. Dan berikut artikel yang membahas tentang lensa:

6. Teknik Pengambilan Gambar (Type of Shot)


Ada cara yang benar yang diberlakukan sesuai kaidah fotografi untuk bagaimana cara mengambil gambar yang benar. Aturan ini disebut Teknik Pengambilan Gambar (Type of Shot). Baca di sini untuk penjelasannya lebih lanjut termasuk macam-macam type of shot.

7. Mengenal Sudut Pengambilan Gambar (Angle)


Selain teknik pengambilan gambar, sangat direkomendasikan juga untuk Anda mengetahui macam-macam sudut pengambilan gambar (angle). Untuk selengkapnya silahkan baca di sini.

8. Tentang Fokus


Terbentukya fokus ini didukung oleh berapa hal. Anda perlu mengetahui apa saja yang berhubungan denga fokus.

9. Settingan Kamera dan Teknik Motret


Ada beberapa settingan kamera yang perlu Anda kuasai dan ini berhubungan erat dengan hasil pemotretan atau kata lain mendukung hasil foto dan kreasi Anda. Selain itu, perlu juga untuk Anda mengetahui beberap teknik dasar yang dibutuhkan dalam pemotretan.

10. Mengenal Genre Fotografi


Seperti seni musik yang memiliki banyak aliran (genre), maka fotografi juga memiliki banyak aliran fotografi. Ada beberapa genre fotografi yang umum dan populer yang perlu Anda ketahui. Baca di sini tentang 10 genre fotografi terpopuler.

Sekali lagi saya ingatkan untuk belajar secara bertahap. Terus lakukan uji coba dan bermainlah dengan kamera Anda.

Jangan lupa untuk membaca artikel "10 Tips Penting Untuk Fotografer Pemula" di sini.
 source: http://www.kelasfotografi.com/2015/05/10-pengetahuan-dasar-fotografi-yang.html
Animated Spinning Kunai - Naruto